AMOXICILLIN

7 Mar

Amoxiciliin 125 mg


 

Komposisi

Tiap sendok teh (5 ml) suspensi mengandung amoksisilina trihidrat setara dengan amoksisilina anhidrat 125 mg.

Cara Kerja
Amoksisilina merupakan senyawa penisilina semi sintetik dengan aktivitas antibakteri spektrum luas yang bersifat bakterisid. Aktivitasnya mirip dengan ampisilina, efektif terhadap sebagian besar bakteri gram-positif dan beberapa gram-negatif yang patogen. Bakteri patogen yang sensitif terhadap amoksisilina adalah Staphylococci, Streptococci, Enterococci, S. pneumoniae, N. gonorrhoeae, H. influenzae, E. coli, dan P. mirabilis.
Amoksisilina kurang efektif terhadap spesies Shigella dan bakteri penghasil beta-laktamase.

Indikasi
Amoksisilin efektif terhadap penyakit :
Infeksi saluran pernafasan kronik dan akut: pneumonia, faringitis (tidak untuk faringitis gonore), bronkitis, laringitis.
Infeksi saluran cerna: disentri basiler.
Infeksi saluran kemih : gonore tidak terkomplikasi, uretritis, sistitis, pielonefritis.
Infeksi lain : septikemia, endokarditis.

Dosis

Dosis amoksisilin disesuaikan dengan jenis dan beratnya infeksi.

Anak dengan berat badan kurang dari 20 kg : 20 – 40 mg/kg berat badan sehari, terbagi dalam 3 dosis.

Dewasa atau anak dengan berat badan lebih dari 20 kg : 250 – 500 mg sehari, sebelum makan.

Gonore yang tidak terkomplikasi : amoksisilina 3 gram dengan probenesid 1 gram sebagai dosis tunggal.

Efek Samping

Pada pasien yang hipersensitif dapat terjadi reaksi alergi seperti urtikaria, ruam kulit, pruritus, angioedema dan gangguan saluran cerna seperti diare, mual, muntah, glositis dan stomatitis.

Kontraindikasi

Pasien dengan reaksi alergi terhadap penisilina.

Interaksi Obat

Probenesid memperlambat ekskresi amoksisilina.

Cara Penyimpanan

Simpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering.

Cara Rekonstitusi Suspensi

Tambahkan 50 ml air, kocok sampai suspensi homogen.

Setelah 7 hari suspensi yang sudah direkonstitusi tidak boleh digunakan lagi.
Perhatian
Pasien yang alergi terhadap sefalosporin mengakibatkan terjadinya “cross allergenicity” (alergi silang).
Penggunaan dosis tinggi atau jangka lama dapat menimbulkan superinfeksi (biasanya disebabkan : Enterobacter, Pseudomonas, S. aureus, Candida), terutama pada saluran gastrointestinal.
Hati-hati pemberian pada wanita hamil dan menyusui dapat menyebabkan sensitivitas pada bayi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: